Dawet Ayu Asli Banjarnegara

Sobat sejarahwan . com semoga hari ini kalian beraktifitas dengan semangat dan lancar, karena hari ini kita akan bahas masalah minuman yang mempunyai sejarah yang perlu anda ketahui. Apa di daerah kalian ada yang jual DAWET AYU ?, jika ada mungkin beberapa dari kalian ada yang tidak tahukan bahwa dawet ayu ini berasal dari kota banjarnegara. Tidak hanya itu bahkan dawet ayu di jadikan salah satu maskot banjarnegara. Katanya jika anda kesana akan melihat alun-alun kota banjarnegara yang mempunyai monumen dawet yang berupa patung 2 orang penjual dawet. bahkan Sampai kota banjarnegara ini disebut kota dawet. “Jangan berfikir kalau kota ini di penuhi oleh dawet yah, tapi karena asal muasal nya kota dawet makanya di sebut kota dawet”. Minuman dawet ayu ini dengan mudah kita jumpai karena di beberapa daerah dan kota besar indonesia. Tetapi mungkin jika anda minum langsung di kota banjarnegara mungkin rasa dawet ayu akan lebih berbeda karena mungkin dawet akan terasa lebih khas dan asli. Dawet ayu ini di buat dengan perpaduan bahan yang sederhana antara cendol, santan, dan gula aren. Mari kita lanjut dengan sejarah awal mula dawet ayu

dawet-ayu-banjarnegara

dawet Banjarnegara menjadi terkenal awalnya dari lagu yang diciptakan seniman Banjarnegara bernama Bono berjudul ”Dawet Ayu Banjarnegara”. Pada tahun 1980-an, lagu dipopulerkan kembali oleh Grup Seni Calung dan Lawak Banyumas Peang Penjol yang terkenal di Karesidenan Banyumas pada era 1970-1980-an. Ternyata dawet ayu awalnya ketika ada grup lawak yang sangat terkenal di daerah eks karesidenan Banyumas yang manggung di kota banjarnegara. Setelah selesai manggung kemudian grup tersebut mecicipi dawet yang terletak di Jalan Dipayuda. Karena terkesan dengan rasa dawetnya yang enak dan segar, serta penjualnya yang berparas cantik atau ayu. sehingga menginspirasi terciptanya lagu gaya Banyumasan yang berjudul Dawet Ayu Banjarnegara. Grup lawak dan lagu itulah yang salah satunya ikut andil dalam mempopulerkan dawet ayu hingga ke berbagai daerah.

Ada satu lagi keunikan penjual dawet ayu khas banjarnegara yang mempunyai ciri-ciri gerobaknya ada 2 tokoh wayang di atasnya. Tokoh tersebut adalah semar dan gareng, masyarakat sering meyebutkan bahwa itu merupakan simbolisme dari nama kedua tokoh yang di gabungkan yaitu MARENG yang dalam bahasa setempat berarti kemarau, yang mempunyai singkatan Mar dari seMAR dan reng dari GaRENG. Jadi maksudnya, jika musim kemarau tiba cuaca pasti dan selalu merasa haus, maka minuman yang paling tepat untuk dinikmati adalah dawet ayu atau bisa juga itu adalah simbolisasi dari penjual yang menginginkan cuaca dalam kondisi kemarau sehingga dawetnya bisa laris. Memang jika di saat tenggorokan kering kita minum dawet ayu bukan hanya segar tapi membuat kita ketagihan karena rasa manisnya yang tidak tertandingi.

Ada beberapa versi sejarah dawet ayu ini versi lain yang kita ceritakan yaitu dawet ayu itu diberi nama oleh presiden soeharto. nama Dawet Ayu diberikan oleh Presiden Soeharto saat berkunjung ke Banjarnegara. Saat itu, Soeharto sedang ada peresmian proyek nasional di Kabupaten Banjarnegara. Soeharto lalu disajikan Dawet Banjarnegara oleh wanita cantik “ayu”. Melihat kecantikan sang pembuat dawet, Soeharto kemudian menyarankan agar Dawet tersebut diberi nama Dawet Ayu. Memang banyak versi lagi yang beredar di masyarakat tentang dawet ayu banjarnegara. Tetapi yang penting adalah dawet ayu memang aslinya dari kota banjarnegara, bukan kota lain. Mungkin di kota lain banyak penjual dawet ayu versi kota tersebut dengan bahan paduan yang bervariasi agar bebeda dengan di kota banjarnegara.

Sekian dulu dari kami salam sejarahunik.net mohon maaf jika ada salah kata. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda

One thought on “Dawet Ayu Asli Banjarnegara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *