Tinutuan makanan khas manado

Sobat kita ketemu lagi dengan pembahasan kuliner yaitu makanan tinutuan atau disebut juga bubur manado. Sobat sejarahunik .net mungkin ada yang tahu dan ada yang tidak mengenal makanan tinutuan, makanan ini berasal dari manado sulawesi utara yang merupakan makanan khas indonesia. Mungkin bagi kalian yang tidak mengeri makanan ini pasti akan bingung, itu makanan apa sih?

Tinutuan atau bubur manado itu merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antar kelompok masyarakat di Manado. Biasanya makanan tinutuan ini bersanding dengan makanan pelengkap lainnya untuk melengkapi sajian lengkap di meja makan. Tinutuan ini biasanya disajikan untuk sarapan pagi. Tinutuan dapat disajikan dengan ikan asin serta berbagai macam pelengkap hidangan

Makanan khas manado ini uniknya tidak diketahui sejak kapan ditemukannya dengan jelas dan penemunya pun tidak diketahui. Mari kita simak lebih lanjut makanan yang satu ini. Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, berita ke berita yang berasal dari cerita orang tua makanan tinutuan ini ada sejak penjajahan jaman belanda karena sejak jaman itu ekonomi sangat krisis bahkan untuk makan sehari hari saja mereka tidak bisa tercukupi. Dengan ekonomi yang menipis masyarakat akhirnya terdesak dan mengeluarkan kekreatifitasan mereka untuk membuat makanan dengan masakkan yang hemat uang yaitu dengan memanfaatkan bahan makanan yang bisa mereka peroleh di pekarangan rumah atau di kebun, seperti labu, ubi, daun pepaya, kangkung, jagung, gedi dan dengan mencampurnya bersama sedikit nasi, mereka memasak semua bahan makanan itu secara bersamaan. Dan terciptalah bubur manado atau yang kita kenal dengan tinutuan, yang isinya beraneka ragam sayur dan bubur. Lepas dari benar tidaknya cerita dari mulut ke mulut ini, satu hal yang saya pikir berguna adalah betapa mudahnya kita membuat sebuah masakan sehat yang sederhana namun penuh gizi. Asal kata tinutuan sendiri tidak ada yang tahu dari mana asalnya. Tetapi masyarakat indonesia memang kreatif mereka tetap memperdagangkan makanan tinutuan ini dan hasilnya pun mulai ramai pembeli pada tahun 1981. Dengan banyak nya peminat tinutuan di kota manado akhirnya saat walikota jimmy rimba rogi dan wakil walikota Abdi Wijaya Buchari periode 2005-2010 menggunakan tinutuan sebagai motto kota manado.

Mungkin saya akhiri dulu pembahasan tentang makanan tinutuan ini, mohon maaf jika sejarahunik .net salah cerita terima kasih atas kunjungannya semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *