Sejarah Ibukota Jakarta

Sejarahunik .net Kali ini membahas tentang sejarah kota jakarta atau disebut juga batavia. Awalnya jakarta adalah bandar kecil di muara sungai ciliwung sekitar 500 tahun lalu, lambat laun kota bandar ini menjadi tempat yang ramai karena ada nya pusat perdagangan internasional. Ini dibuktikan dari berbagai prasasti yang di temukan di bandar tersebut. Nama Sunda Kalapa sendiri merupakan nama resmi tertua dari Kota Jakarta yang terdiri atas dua unsur yaitu “Sunda” dan “Kalapa”.Nama Sunda dalam Sunda Kalapa baru muncul pada abad ke 10, disebutkan didalam prasasti Kebon Kopi II. Kota tua jakarta ini muncul dengan nama padjajaran yang sebelumnya dikenal dengan sunda kalapa. Seiring perkembangan kerajaan padjajaran datanglah bangsa eropa pertama kali yang menginjakkan kaki di sunda kalapa adalah bangsa portugi. Misi portugis datang ke sunda kalapa adalah untuk mencari rempah-rempah dan mendirikan benteng perdagangan.

Dengan adanya kerjasama antara kerajaan padjajaran dan portugis, perkembangan tersebut mulai berdampak buruk di  sunda kalapa karena perkembangan kekuasaan di wilayah tersebut semakin besar. Akhirnya kejaraan demak dan kerajaan cirebon memulai penyerangan yang dipimpin oleh pangeran fatahillah, dimulai pada tahun 1526 fatahillah yang saat itu dikirim untuk menyerang pelabuhan sunda kelapa. Selesai menyerang pada tanggal 22 juni 1527 fatahillah akhirnya mengubah nama sunda kalapa menjadi jayakarta, dan tepat pada tanggal itulah ditetapkan sebagai hari jadi “kota jakarta”.

Usai kemenangan pangeran fatahillah bangsa eropa yang kedua yaitu belanda berhasil menginjakkan kaki nya di tanah jayakarta dibawah pimpinan Cornelis De Houtman dengan tujuan berdagang dan mencari rempah-rempah setelah tim ekspedisi belanda datang semakin bertambah banyak orang belanda yang datang ke jayakarta. Pada perdagangan di jayakarta tidak hanya belanda saja tetapi inggris juga ikut berdagang di tempat tersebut. Lalu didirikanlah VOC atau yang dikenal dengan persekutuan dagang belanda, ini bertujuan memonopoli hasil perdagangan dan memperkuat belanda terhadap ancaman persatuan dagang inggris EIC. Pada tahun 1619 pangeran fatahillah kalah dan jayakarta berhasil direbut oleh belanda dan kota kayakarta diganti dengan nama batavia. Kira-kira 180 tahun berlalu VOC telah mengalami banyak goncangan akibat ketidak singkronnya di dalam VOC yang akhirnya pada tahun 1799 dibubarkan secara resmi oleh belanda. Cukup lama belanda memerintah tanah air di batavia, akan tetapi pemerintahan itu akhirnya berakhir sepenuhnya disaat adanya perundingan linggarjati tahun 1942 yang berisi tentang menyerahnya belanda tanpa sayarat kepada jepang.

Pada masa pemerintahan jepang ini tidaklah lama di batavia yang mempunyai masa pemerintahan 1942-1945. Saat perang dunia II terjadi, jepang merupakan salah satu bangsa yang ikut serta dalam peperangan. Yang mengakibatkan batavia di ubah menjadi jakarta digunakan untuk melatih militer, pemerintahan pusat, dan melatih putera putri indonesia agar bisa berperang dengan dibentuk PETA. Dengan begitu jepang bermaksud untuk memanfaatkan rakyat bangsa indonesia agar terlibat dalam perang yang dijalani jepang. Bahkan jepang sempat menjajikan kemerdekaan kepada indonesia.

Saat jepang terlibat dengan perang dunia II ini merupakan salah satu celah bagi bangsa indonesia, tahun 1945 sekutu menjatuhkankan bom atom di hiroshima dan nagasaki yang merupakan kota penting bagi jepang. Dengan kondisi inilah pemerintahan jepang melemah yang membuat pemuda bangsa indonesia bangkit dan mendesat kepada tetua untuk memproklamasikan kemerdekaan indonesia. Proklamasi kemerdekaan indonesia dilakukan di Jalan Pegangsaan Timur No. 17. Jakarta. Inilah yang menjadikan jakarta menjadi pusat pemerintahan dan ibukota negara indonesia. Inilah cerita sejarah kota jakarta yang akhirnya menjadi ibukota indonesia, mungkin sebatas ini yang kami ceritakan kami mohon maaf jika ada salah kata, semoga bermanfaat. Salam sejarahwan.net

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *