sejarah kota surabaya

tugu pahlawan surabaya

Hari ini  sejarahunik .net akan membahas tentang sejarah kota surabaya, beberapa orang mungkin sudah tahu tentang sejarah surabaya. Karena sebelumnya kita sudah mempelajari ini di sekolah dasar sampai sekolah menengah atas bahkan sampai di perguruan tinggi. Kota Surabaya merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia sekaligus menjadi kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Menurut masyarakat nama kota surabaya itu sendiri berasal dari cerita mitos pertempuran sura “ikan hiu” dan baya “buaya” yang akhirnya di gabungkan menjadi nama kota surabaya. Surabaya disebut juga sebagai kota pahlawan karena di kota itu lah terjadi pertempuran yang hebat antara arek suroboyo melawan pasukan inggris yang menewaskan Jendral Mallaby. Tepat pada tanggal 10 Novemver yang di peringati sebagai hari pahlawan, sampai sekarang setiap tanggal 10 november kita akan memperingati hari pahlawan ini tidak hanya di surabaya tapi diseluruh indonesia. Surabaya adalah kawasan perkampungan atau pedesaan di pinggiran sungai. Nama-nama kampung yang kini masih ada seperti Kaliasin, Kaliwaron, Kalidami, Ketabangkali, Kalikepiting, Darmokali, dan sebagainya adalah bukti yang menjelaskan bahwa kawasan Surabaya adalah kawasan yang memiliki banyak aliran air / sungai.

Ada beberapa versi dari asal mula kota surabaya, mari kita bahas beberapa versi mengenai asal mula kota surabaya

  • Surabaya sebelum kedatangan belanda dulunya merupakan gerbang kerajaan majapahit di muara kali mas. Pada saat pasukan mongol yang datang dan menyerang dari laut itu digambarkan sebagai SURO / berani sedngakan pasukan raden wijaya menghadapinya dari darat yang digambarkan sebagai BOYO / bahaya. Saat itu lah tepat pada tanggal 31 mei 1293 pasukan kerajaan majapahit meraih kemenangan yang di pimpin oleh raden wijaya dan kerajaan mongol yang diutus oleh kubilai khan mengalami kekalahan. Maka tepat tanggal kemenangan itu lah salah satu sejarah hari jadi kota surabaya
kalimas surabaya
  • nama Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan tentara Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah kraton di Ujunggaluh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah tersebut, lama kelamaan imbas dari menguasai ilmu Buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri untuk menjalankan wilayah sendiri sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura, Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas dekat Paneleh. Perkelahian adu kesaktian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal kehabisan tenaga. Ini merupakan salah satu peristiwa instagram viewer tracker nama kota surabaya di temukan.

Jadi kesimpulannya lambang surabaya berasal dari beberapa peristiwa atau sejarah yang pernah dialami di kota ini. suro merupakan ikan suro / ikan hiu, sedangkan boyo merupakan buaya. Seperti yang digambarkan sejarah diatas yakni pertarungan laut dan darat. Untuk hari jadi kota surabaya yaitu 31 mei 1293 ini merupakan kemenangan parjurit majapahit dalam mengalahkan pasukan tartar (mongol). Sekian dari kami sejarahunik.net mohon maaf jika ada salah kata, semoga bermanfaat.